← Back to Karya

Negaraku Minta Persepuluhan

· #thesupperbookessay ·

Harus aku akui, kawan: Kata-kata adalah pembawa pesan yang buruk untuk kebenaran

Dada Nabi perlu dibelah dan dicangki dan hingga kini masih bertikai umatnya tiada henti

Napas lekas punya hidupnya sendiri selepas lepas dari hela manusia

Ia mengembun, dan mendaun, dan merimbun yang terus terang bisa tergerus petang bila dibiarkan rabun

Semalam, kamu menciumku seolah keningku adalah paspor dan bibirmu adalah visa

Kita harus menciptakan kebebasan kita sendiri ketika negara tidak bisa

Apakah pergi itu egoistik? Semua temanku tidak percaya trickle-down economics tapi mereka termasuk yang mampu lari dari maraton beriso­tonik

Dan aku tidak keberatan dibilang hidup dalam gelembung perundunganku bila dipersekusi juga akan cari tempat berlindung

Seperti Persefone aku tahu kapan harus menarik diri dan kapan harus bersemi

Lihat saja— amarahku akan jadi akhiratmu dan bila kerajaanku datang yang akan jadi ahli waris dunia

Adalah sular-sular panjang akar-akar tunggang dahan-dahan senagang dan buah-buah matang

Siapa saja bebas menggigit Meski bukan manna wa salwa ini kebun punya kita bersama

Bagikan / Share

Suka tulisan ini? Ikuti @thesupperbookcult untuk info gathering selanjutnya.

Reading Options